Mengenal Konsep Change Curve – Kubler Ross Model

Sebuah pemodelan umum untuk menggambarkan perjalanan emosional individu saat berhadapan dengan perubahan atau transisi. Melalui kurva ini, setidaknya kita bisa melihat bagaimana perkembangan individu saat menerima perubahan. Biasanya curva ini digunakan secara efektif oleh eksekutif bisnis untuk membantu tenaga kerja mereka beradaptasi dengan perubahan dan bergerak menuju kesuksesan. Dapat juga diimplementasikan dalam bidang pendidikan, atau memahami situasi seperti pandemi COVID-19, bekerja ditempat baru, belajar hal baru, dan sebagainya. Sehingga, kita dapat lebih bijak dalam menyikapi kondisi emosional suatu individu.

Berikut adalah perjalanan individu dalam kurva perubahan:
1. Shock. Sebuah kejutan diawal perubahan kondisi normal dari individu atau komunitas. Umumnya, orang sering menolak dengan perubahan yang terjadi dan seolah-olah mencoba membuktikan bahwa perubahan itu tidak nyata, bahkan tidak perlu. Sehingga hal ini dapat menurunkan produktivitas, kemampuan berpikir dan bertindak. Waktunya relatif pendek.

2. Denial. Ditandai dengan ledakan energi tambahan. Seseorang mungkin akan mengalami denial/penolakan dan mungkin akan tetap fokus pada masa lalu. Beberapa orang cenderung tetap dalam keadaan penolakan untuk waktu yang lama dan mungkin bisa kehilangan kontak dengan realitas yang seharusnya ia alami saat ini.

3. Frustration/Anger or Blame. Ketika realitas sudah tercapai (sadar), dan seseorang memahami gawatnya situasi, ia mungkin menjadi marah pada diri sendiri dan mungkin mencari orang untuk disalahkan. Kemarahan dapat dimanfestasikan dalam beragam hal. Posisi ini membuat seseorang cenderung menjadi frustasi dan pemarah.

4. Bargaining and Self Blame. Saat tahap kemarahan berlalu, seseorang mungkin akan memikirkan cara-cara untuk menunda yang tak terhindarkan dan mencoba mencari tahu hal terbaik yang tersisa dalam situasi tersebut. Bargaining dapat membantu mencapai solusi yang berkelanjutan dan memberikan sedikit rasa lega. Pencarian cara alternatif untuk hasil yang berbeda mungkin akan tetap ada pada tahap ini. Ini adalah waktu untuk berempati dan membantu orang untuk realistis terhadap dampak perubahan yang terjadi secara individual.

5. Depression and confusion. Seseorang pada tahap ini cenderung mengalami kesedihan, ketakutan, penyesalan, rasa bersalah, dan emosi negatif lainnya. Mungkin ia benar-benar menyerah sekarang dan mencapai jalan buntu. Ia bisa saja menunjukan tanda-tanda ketidakpedulian, keterbukaan, mendorong orang lain menjauh dan tidak bersemangat terhadap apapun dalam hidup. Tampak seperti titik terendah dalam hidup. Tanda umum depresi seperti kesedihan, energi rendah, perasaan kehilangan motivasi, bahkan pada titik ekstream bisa mencapai kehilangan kepercayaan pada Tuhan.

6. Acceptance. Pada titik ini seseorang menyadari bahwa melawan perubahan yang datang dalam hidup mereka tidak akan membuat kesedihan itu pergi, saat ini mereka pasrah dengan situasi dan mencoba menerima sepenuhnya. Sikap menyerah ini mungkin bukan sebuah kebahagiaan, tetapi ia menyadari untuk berhenti menolak perubahan dan melangkah maju dengannya, ia memutuskan untuk menghadapi “Masa Depan Baru”. Hanya dengan begitu mereka dapat mulai berpandangan ke luar dan mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru.

7. Problem Solving/Integration. Saat mencapai tahap ini, orang mulai terlibat dalam perilaku pemecahan masalah. Ini memungkinkan seseorang untuk mencoba pendekatan baru dan akhirnya mengintegrasikannya ke dalam cara-cara baru mereka.

Sebagian orang bisa saja benar-benar mengundurkan diri dan masuk ke dalam keadaan rendah energi/tidak punya semangat hidup. Yang lain mencoba untuk memanfaatkan sebagian besar waktu yang tersisa untuk mencari peluang baru. Seseorang telah mencapai titik damai dan siap untuk menerima tantangan yang harus dihadapi berikutnya.

Ditulis oleh: Andri Muhyidin
Terinspirasi dari Buku Death and Dying – Elisabeth Kubler-Ross, 1969.

Leave a reply

Wadah gerakan berbagi pengetahuan bagi individu ataupun kelompok diwaktu luang dalam rangka menguatkan satu sama lain #TogetherEmpowerment

© 2020 Yayasan WeShare Pendidikan Indonesia
| Kebijakan Privasi |
Ketentuan Penggunaan​